HARI KEDUA DITAHUN 1446 H

Sebenarnya dari kemarin mau menuliskan yang ada di kepala. Namun entahlah, rasanya ada hal lain yang kurang faedah yang  mengurungkan saya membuka laptop dan mulai menulis. So pagi ini, saya putuskan untuk menulis kembali. 

Berawal dari seorang kawan yang berulang tahun minggu lalu. Beliau kebetulan sebaya dan kami hanya berjarak bulan namun di tahun yang sama. Anyway saya kirimkan ucapan yang sebenarnya juga bermakna bagi saya.  "Kedewasaan seorang perempuan tidak ditentukan oleh usia dan ukuran". Karena Usia hanyalah Angka sedangkan Ukuran hanyalah sebuah Bentuk. Ucapan yang saya sadur dari mesin pencarian "Google". 

Lalu mengapa ucapan ini menarik dari sekian banyak ucapan ulang tahun yang ada di mesin pencarian.  Well sederhana saja bahwa tulisan ini sarat dengan makna. Sebagai perempuan di mana pandangan gender masyarakat lebih menantang bagi kaum ini. Rasanya pernah ada di fase umur yang berjibaku dengan pandangan pada stigma perempuan.

Stigma perempuan yang fasa dibentuk dari  lahir, sekolah, kerja, lalu menikah dan punya anak. Dan itu  tidak terjadi pada saya. Setidaknya sampai diusia yang hampir berkepala 5. Apakah pernah sedih karena perbedaan saya dengan perempuan yang lain? Tentu,  bahkan ketika perbedaan ini pernah dijadikan olok olok seorang kawan. Mungkin diawal adalah perhatian, namun kadang terlalu jauh dan cenderung nyinyir untuk suatu hal yang bukan menjadi urusannya.

Apakah itu Asian Value, yang ada di dalam masyarakat Asia turun temurun, yang suka tidak suka harus dihadapi. Karena meskipun itu biasanya dilakukan pada masyarakat sudah senior - Baby Boomer atau gen Y, nyata banyak anak muda merasa harus berkomentar pada sesuaitu yang berbeda. 

Tapi itu sudah lama lewat dan saat ini pun saya memilih untuk masa bodoh dengan apapun pandangan orang terhadap saya. Apakah lelah, well lebih pada kesadaran karena banyak hal yang perlu diperhatikan dari pada sekedar omongan dan pandangan orang yang tidak pernah habis habis.

So kembali ke makna ucapan sedehana di atas bahwa kedewasaan yang sebenar bukan dilihat dari jumlah angka dari usia seorang perempuan, namun lebih pada banyaknya pengalaman hidup yang memberikan pembelajaran untuk menyikapi apapun yang dianugerahkan oleh sang pencipta. 

Jika saya lihat kembali kebelakang perjalanan saya, banyak proses kehidupan yang menempa mental saya untuk bijaksana dalam menyikapi banyak. Kesadaran bahwa semua hal  berproses. Tidak ada satupun yang instan dalam kehidupan. Setidaknya bagi saya yang terlahir dengan tidak mempunyai previlage

1 Muharam ditandai dengan hijarahnya Junjungan Nabi Muhammad dari Mekkah ke Madinah, so rasanya tepat bagi saya untuk hijrah untuk menjadi lebih baik, lebih bertaqwa, lebih dewasa dan lebih bijaksana. Hijrah dari yang sebelumnya kurang baik menjadi baik, dari yang belum sempurna menjadi sempurna, dari yang reaktif menjadi lebih bijaksana untuk menyikapi segala hal dengan sikap terbaik.

Semoga ditahun 1446 H, semua target tahun akan terlampau dan Allah Taala mewujudkan harapan dan doa saya dengan indah dan berkah. Aamiin.

Komentar