DAILY SHORT STORY
Saya barusan menonton film pendek yang viral di Twitter. Film yang ditayangkan di You Tube dan sudah ditonton lebih dari 5.4 juta penonton. Cerita sederhana tentang masyarakat kelas menengah bawah di Yogyakarta.
Tilik nama judul fim pendek ini yang dalam bahasa Indonesia berarti menjenguk. Cerita yang beralur maju mengenai perjalanan rombongan ibu-ibu yang ingin mengunjungi bu Lurah yang sedang di rawat di rumah sakit. Sosok Dian yang merupakan perempuan cantik adalah subyek percakapan ibu-ibu. Dian dianggap menjadi sumber keresahan karena kecantikannya digambarkan menjadi penggoda bagi suami-suami di desa mereka. Di akhir cerita saya baru menyadari bahwa ternyata Dian yang menjadi subyek cerita ibu-ibu adalah sosok idaman lain dari pak Lurah. Itu yang menyebabkan ibu Lurah menjadi sering sakit-sakitan kerena pak Lurah ingin menikahi Dian.
Saya agak jarang menonton film Indonesia, hanya beberapa saja yang saya tonton. Itu pun lebih banyak karena ditayangkan di TV. Namun Tilik entah mengapa membuat saya penasaran karena sosok bu Tedjo yang menjadi trending di Twitter. Film berdurasi 30 menit dengan cerita sederhana yang dilakoni oleh pemain-pemainnya terasa begitu menggigit. Percakapan atau gosip atau gibah ibu-ibu tentang seseorang yang ada dikampung mereka. Gosip yang disiarkan oleh sosok bu Tedjo yang didapat dari facebook dan digoreng kembali ketika ibu-ibu berkumpul. Ya,.. istilah saya lambe Turah....
Hampir 5 bulan saya tinggal di rumah dan sedikit banyak saya mulai mengenal tetangga kanan kiri atau lebih tepatnya mulai bertetangga. Tetangga yang dulu saya kenal hanya nama dan menyapa ketika akan berangkat ke kantor. Sedikit banyak saya mulai tahu gosip atau kabar yang beredar di warga ketika saya mengobrol dengan mereka saat menyiram tanaman di halaman rumah.
Film Tilik adalah cerita keseharian warga di tempat saya. Gosip atau gibah yang tersebar dari mulut ke mulut saat mereka berkumpul atau tersebar lewat wa. Ciri khas emak-emak yang mengisi waktu luangnya dengan saling berkabar mengenai hal-hal yang yang kadang sebenarnya merupakan ranah pribadi seseorang. Selalu ada saja orang yang membawa berita dikalangan ibu-ibu.
Buat saya Tilik menghibur saya di siang yang panas ini. Karakter yang dibawakan secara natural meski bukan oleh bintang-bintang terkenal. Well... apapun penilaan dari penonton mengenai film ini, saya rasa film pendek ini sudah menjadi juara karena sudah dibacarakan oleh banyak orang dan di tonton oleh jutaan orang. Film yang sudah membuka diskusi mengenai potret sosial masyarakat kita. Saya sendiri adalah penonton yang sederhana , murni mencari hiburan dan tidak selalu mencari pesan moral jika menonton sebuah fim. Ya... semua ada di film pendek ini. (SWA)


Komentar
Posting Komentar