CONNECTING THE DOT
Tak terbayang tahun 2020 menjadi tahun yang tak terlupakan bagi saya.
Awal tahun 2020 dimulai dengan korslet listrik rumah karena genting yang bocor, jadi Alhamdulillah sepanjang pergantian tahun gelap gulita tanpa lampu. Meski dengan iringan sumpah serapah namun selalu ada hal yang harus disyukuri karena ada tetangga yang berbaik hati membetulkan listrik sekaligus mengganti genting rumah yang bocor. Yah..hitung-hitung berbagi rezeki ke tetangga sebagai ongkos membetulkan rumah. Saya tinggal di perkampungan padat di daerah Menteng Atas, Jakarta Selatan. Tempat yang sudah saya diami selama puluhan tahun, hampir seusia saya menempati rumah peninggalan almarhum ibu. Meski beberapa tetangga yang dulu adalah penduduk asli Betawi sudah banyak pindah ke pinggiran Jakarta dan berganti dengan pendatang, namun ikatan kekeluargaan antar tetangga masih kental. Ini satu dari beberapa sebab sampai saat ini saya belum berkeinginan untuk pindah atau pun menjual rumah yang penuh kenangan masa kecil.
Maret 2020 merupakan titik balik dimana saya harus dihadapkan dengan keputusan harus memberhentikan seluruh team saya karena beberapa hal, yang ternyata berujung dengan keputusan managemen dengan membekukan perusahaan sementara waktu karena efek pandemi Covid-19. Perusahaan saya termasuk perusahaan kecil menengah yang juga terimbas dengan pandemi Covid-19. Tidak siap memang namun rasanya tidak ada hal lain selain menerima kenyataan dengan ikhlas.
Mungkin saya dianugerahi kemampuan untuk cepat beradaptasi dengan banyak hal, so kejadian ini, saya pikir malah menjadi hal yang disyukuri. Salah satunya kesempatan menyelesaikan hutang-hutang yang terbengkalai sebelumnya karena kemalasan saya. Melakukan kegiatan yang hanya angan-angan akan dilakukan jika punya waktu.
Berkebun, minat yang dulunya hanya saya awali dengan membeli bibit yang saya simpan di gudang selama berbulan bulan , rancangan design rak yang saya simpan dalam galery photo saya, kursus berkebun secara online yang pernah saya ikuti karena ingin dapat ilmu. Angan-angan kelak ini akan ditekuni sebagai pekerjaan terakhir setelah saya menyelesaikan daftar hal yang ingin lakukan sebelum umur 50 tahun. Tentunya jika masih diizinkan oleh Gusti Alloh SWT menikmati sampai umur 50 tahun.
Entahlah apakah rentetan perjalanan hidup yang saya lalui merupakan jalan untuk sampai ke pekerjaan terakhir yang saya inginkan. Yang jelas ada keterikatan untuk menjadikan ini berhasil. Waktu luang yang akhirnya dipakai untuk trial dan error dengan urusan pemilihan dan pengolahan bibit, pemilihan tanah sebagai media tanam, pemupukan dan belajar mengenal kompos lebih dalam. Pengalaman baru tiap hari melihat tanaman tumbuh dari bibit, tunas serta tumbuh besar, kesedihan harus membuang semua tanaman yang sudah tumbuh setelah terkena hama, sama besarnya dengan kesenangan melihat tanaman berbunga yang kelak akan berbuah. Tidak sabar merasakan pengalaman panen pertama.
Hal-hal baru yang memaksa saya untuk kembali belajar, ikut komunitas yang punya minat yang sama. So... betul kata almarhum Ibu saya, hal baru akan membuka pengalaman dan kesempatan. Atau ini yang dinamakan connecting the dot. Titik titik yang pernah saya gambarkan dimasa lalu yang harus saya hubungkan saat ini.
Tidak ada penyesalan akan hal-hal yang saya lalui, namun rasa syukur yang begitu besar bahwa Gusti Alloh SWT selalu bersama saya dan berharap akan terus bersama saya.(SWA)

Komentar
Posting Komentar