RESET, READJUST AND REFOCUS

Lebih dari 3 bulan saya berada di rumah tepatnya semenjak 2 minggu  diumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia.  Waktu yang  lama bagi saya dan mungkin bagi sebagian orang untuk  menyesuaikan diri dengan situasi pandemi. 

Kata orang hidup penuh kejutan benar adanya.  2020, diawali dengan doa  harapan banyak hal terbaik terjadi sepanjang tahun, namun siapa sangka di awal bulan April prioritas hidup harus diubah karena pandemi Covid-19. Rencana tahun ini harus diubah dan disesuaikan dengan realitas yang ada.

Saya mulai membagi beberapa fase, April sampai dengan Juni, bertahan hidup dan waras adalah prioritas utama, mengingat virus Covid-19 tidak memberi ampun jika seseorang lengah. Nyawa menjadi taruhan sebab meski sembuh ternyata tetap harus  melakukan rehabilitasi yang panjang apalagi jika pernah mampir di ICU dan menggunakan ventilator. Kenyataan yang sudah cukup untuk membuat saya tidak minat berteman dengan virus ini. 

Sejauh ini, Alhamdulillah, saya masih bisa bertahan "hidup". Agaknya mengupayakan untuk sehat di situasi pandemi dapat dilakukan seseorang meski mengendalikan pikiran untuk tetap waras saat pandemi punya tantangan sendiri.  Perasaan terkungkung, bosan dan tekanan hidup akibat pandemi berpengaruh besar ternyata pada kewarasan seseorang, termasuk saya.

Jadi untuk mengembalikan kewarasan, sudah seminggu ini saya mulai kembali aktif melamar pekerjaan dan mencari peluang usaha yang dapat saya tekuni sampai saya merasa cukup aman untuk kembali bekerja di luar rumah.  Rasanya mencari peluang usaha menjadi pilihan yang paling masuk akal saat ini karena  banyak perusahaan mengalami penurunan karena dihantam Covid-19 sehingga penerimaan karyawan baru akan jauh lebih selektif. Belum lagi kenyataan bahwa pandemi belum akan mereda dalam waktu dekat, jadi belum aman  berkegiatan di luar rumah.

Mulai dari iseng menjadi reseller jilbab, mencari peluang usaha lain lewat mesin pencarian, menghubungi teman-teman yang bisa memberikan referensi peluang usaha, saya lakukan. Dan ternyata tidak semudah yang saya kira, karena banyak pilihan namun belum ada yang menarik hati.  Saat buntu saya balik pada kegiatan  rutin; mengurusi tanaman atau mengurusi kucing kampung yang mampir ke rumah hanya untuk numpang makan atau sekedar menuangkan apapun pikiran dan sudut pandang saya dalam tulisan. Hal yang ternyata menjaga  kewarasan dan fokus saya. 

Entah mengapa pagi ini, saya teringat  nasehat Almarhum Ibu, "Mulailah dari sesuatu yang kamu suka, kelak kamu tidak akan pernah merasa lelah melakukannya terus menerus". Latihlah sampai  benar-benar mahir lalu temui rezeki di sana. Jadi di sinilah saya, mulai lagi melatih kemampuan yang sempat  saya kubur karena alasan-alasan yang saya buat sendiri. Latihan yang akan menjadi bagian dari perubahan rencana tahun 2020. Now, it is about the time to turn the page and start new chapter. (SWA)





Komentar

Postingan Populer