BISAKAH IURAN TAHUNAN KARTU KREDIT DIHAPUS ?

Berawal dari email yang masuk berisi billing statement bulan Juli 2020. Isinya laporan tagihan kartu kredit yang setiap bulan selalu dikirimkan ke alamat email saya.  Sebelumnya tagihan hanya berupa biaya administrasi namun pada billing statement bulan Juli, muncul tagihan iuran tahunan. Sejak tahun lalu  saya belum lagi menggunakan kartu kredit untuk pembayaran. Kartu kredit hanya hiasan  di dompet  yang akan digunakan  saat emergensi. Jadi saat di mana  pemasukan terhenti akibat wabah Covid-19, rasanya ketika harus mengeluarkan biaya iuran tahunan yang besar, amatlah berat buat saya.  

Saya memang agak kuno dalam keuangan khususnya kartu kredit walaupun produk perbangkan lain sudah saya gunakan sejak saya SMP. Meski bertahun-tahun bekerja dan banyak dari teman-teman saya menggunakan kartu kredit, saya merasa belum tertarik untuk mempunyai kartu kredit. Mungkin karena didikan ibu saya yang mengajari untuk menabung terlebih dahulu jika ingin membeli sesuatu yang harganya mahal. Sayapun terbiasa membayar tunai untuk hal apapun. Sederhana saja, saya malas berhutang dan takut terjebak hutang.  Itu sebabnya saya tidak pernah tertarik membuat kartu kredit meski sering ditawari. Seingat saya, hampir tidak pernah saya melakukan pembayaran secara mengangsur. Pembayaran selalu dibayar secara tunai bukan karena punya uang banyak tapi uangnya sudah saya siapkan terlebih dahulu sebelum membeli. Jadi kalau ingin beli sesuatu yang sifatnya impulsif atau tidak terencana dan tidak punya uang, ya sudah tidak usah beli.

Beberapa tahun lalu saya mulai sering bepergian atau tepat saya punya kesenangan baru yaitu pelesiran atau backpackeran. Setiap tahun saya selalu punya tujuan wisata yang ingin saya kunjungi. Saya akan melakukan research dahulu sebelum  melakukan budgeting dan menghitung perkiraan pengeluaran. Saya harus tahu berapa biaya yang dibutuhkan agar saya dapat pelesiran ketempat yang saya mau dengan nyaman dan tidak perlu merasa harus ngirit  sampai seperti turis kere. Saya memang bukan backpacker sejati. Dari pengalaman biaya terbesar biasanya datang  dari tiket perjalanan dan akomodasi meski sudah saya akali dengan jauh-jauh hari sudah saya berburu tiket murah. Dari sinilah saya mulai berkenalan dengan kartu kredit. Saya mempelajarinya sebelum akhirnya saya mengajukan pembukaan kartu kredit. Saya pikir  tidak buruk juga punya beberapa kartu kredit. Selama bijak dalam penggunaan yang merupakan kunci agar terhindar dari ketidakmampuan dalam membayar tagihan.

Sejauh ini atau setidaknya saat saya masih mempunyai pemasukan, rasanya saya selalu menjadi pembayar yang baik atau nasabah yang tidak pernah telat melunasi tagihan. tidak pernah membayar tagihan dengan minimal pembayaran.  Saya selalu melunasi sebelum jatuh tempo. Saat diumumkan kasus pertama Covid-19 oleh pemerintah bulan Maret lalu, saya mulai selektif dengan keuangan  mengingat pemasukan berhenti dibulan April. Jadi pengeluaran yang tidak perlu  harus saya pangkas, termasuk penggunaan kartu kredit. Saya pun tidak tahu kapan mulai bekerja lagi, jadi kurang bijak ketika  bertindak seperti layaknya masih mempunyai pemasukan normal.

Saat harus membayar iuran tahunan kartu kredit saat  tidak ada pemasukan, wah rasa berat sekali.  Jadi mulailah saya mencari tahu tentang produk kartu kredit, seluk beluknya , apa saja pembiayaan yang saya harus ditanggung termasuk penghapusan iuran tahunan. Toh meski tidak punya penghasilan saat ini, saya belum ada keinginan untuk memotong kartu kredit selamanya.  

Jadi mesin pencari seperti google adalah sumber informasi yang dapat diandalkan. Banyak testimoni dari beberapa nasabah kartu kredit berbagai bank yang mempunyai kasus sama seperti saya. Rasanya seperti mendapatkan pencerahan. Meski dari beberapa referensi disebutkan persyaratan tertentu yang salah satunya penggunaan dengan nominal tertentu sebelum disetujui penghapusan iuran tahunan. Saya rasa patut dicoba meski kalaupun ditolak, jalan terakhir adalah memotong kartu kredit alias tidak lagi menggunakan kartu kredit selamanya.

Tanggal 27 Juli lalu saya membuat permohonan penghapusan iuran tahunan dilengkapi dengan  alasan yang melatarbelakangi melalui email ke contact center. Respond email dari bank pembuka kartu kredit, saya dapatkan dihari yang sama yang lalu diarahkan untuk menghubungi contact centre untuk verifikasi beberapa data dahulu.  Tanggal 29 Juli saya mendapatkan konfirmasi bahwa permohonan sedang di proses  dan membutuhkan beberapa hari untuk tindak lanjut. Tidak ada prasyarat lain yang diminta atas permohonan saya yang dikirimkan melalui emai. Jadi saya pikir, ini namanya usaha jika beruntung maka  akan disetujui jika tidak disetujui ya sudah berarti harus  potong kartu kredit alias tidak lagi mempunyai kartu kredit.

Pagi ini saya mengemail kembali menanyakan permohonan penghapuskan iuran tahunan  mengingat tidak ada balasan lagi kepada saya. Beberapa saat email balasan saya terima dan diinformasikan bahwa permohonan saya disetujui. Alhamdulilah...hal pertama yang saya ucapkan dan dibarengi rasa lega karena tidak ada prasyarat apapun. Saya kurang tahu apakah memang kebetulan saja permohonan saya disetujui  atau memang karena kondisi wabah  berimbas pada banyak orang seperti saya hingga permohonan keringanan  iuran tahunan  disetujui tanpa syarat.
Source :http://www.doxasol.com/blog-8rules-good-customer-service.html

Apapun itu, saya rasa saya belum pernah mengalami kekecewaan dengan perbankan yang saya gunakan. Respond dari call centre yang sangat baik saat menjawab melalui telepon atau saat menjawab email saya. Tidak ada hal lain selain angkat jempol bagi mereka yang terus saja memberikan pelayanan terbaik bagi nasabahnya khusus disaat situasi keuangan yang tidak menguntungkan saat ini. ( SWA )  




Komentar

Postingan Populer