DO WE REALLY KNOW AND LOVE OURSELF ?


Rendah diri atau low self esteem adalah perasaan bahwa seseorang lebih rendah dibanding orang lain dalam satu atau lain hal. Perasaan  muncul sebagai akibat sesuatu yang nyata atau imajinasinya. Rendah diri sering terjadi tanpa disadari dan bisa membuat orang yang merasakannya melakukan kompensasi yang berlebihan untuk mengimbanginya, misalnya prestasi yang spektakuler, atau perilaku antisosial yang ekstrem, atau keduanya sekaligus. (1)

Semalam kakak saya bercerita mengenai kawannya yang punya kesulitan tidur. Sulit tidur yang membuat  stres hingga sering membuatnya histeris saat tidak bisa tidur. Waktu itu saya berkomentar mungkin ada yang dipikirkan  atau ada sakit di badan yang kadang bisa bermanifestasi pada sulit tidur. Harus dicari akar masalahnya, baru dicari pengobatannya. Katanya meski sudah konsultasi dengan dokter, obat yang disarankan hanya obat tidur. Jika obat tidak diminum maka tetap  sulit tidur. 

Karena pengobatan medis tidak berhasil maka diambilah inisiatif untuk berobat ke orang "pintar" yang punya penglihatan spiritual.  Hasilnya  adalah seseorang dari keluarganya mengerjai dia dan  dari orang pintar lainnya  akibat dikerjai oleh mantan pacarnya. Keduanya mempunyai jawaban yang hampir sama. Saya yang memang takut dengan hal-hal klenik, malas membahas mengenai hal ini, karena selalu ujungnya berburuk sangka kepada orang lain. Jadi jarang berkomentar jika kakak saya cerita mengenai kemungkinan lain dari sulit tidur kawannya. Menurut kakak saya berobat ke orang pintar adalah alternatif.  

Singkat cerita, karena tidak kunjung hilang masalah tidurnya maka atas saran tetangga saya, kawan kakaknya di Ruqyah. Setelah beberapa kali di Ruqyah ada  sesi dimana kawannya curhat kepada orang yang meruqyah  "perasaan rendah diri". Rendah diri yang sudah dipendam dan tidak pernah diceritakan kepada orang lain. Stres akibat rendah diri karena terus sakit-sakitan dan selalu merepoti ibunya. Sudah setahun dia tidak bekerja karena sakit dan diusianya yang sudah dewasa masih dihidupi oleh uang pensiun ibunya. Rasa malu  karena  belum menikah dan masih bergantung dengan ibunya, dipendam dan tidak pernah diungkapkan. 

Sekilas dia terlihat normal dan bisa berinteraksi dengan orang lain bahkan dekat dengan kakak saya. Masalah kejiwaan memang pandai bersembunyi dan cenderung disembunyikan oleh penderitanya.

Saat ini kata kakak saya , temannya jauh lebih baik dan sudah meruqiah secara mandiri. Agaknya setelah menyampaikan perasaannya dia jauh lebih baik dan lebih tenang. Ibunya pun dapat menyikapi dengan baik karena  tahu akar masalahnya.




Lalu mengapa seseorang bisa rendah diri :

1. Latar belakang seseorang, saat lahir,

2. Sikap orang tua, komentar atau sikap orang tua kepada sianak,

3. Kekurangan fisik, 

4. Kekurangan secara sosial (belum menikah, tidak punya pekerjaan, tidak punya pertemanan ), (2)


Mengenal diri sendiri dan mencintai diri sendiri adalah kunci. Belajar melihat kelebihan diri dan menjadlkannya sebagai kekuatan. Dari sanalah akan timbul percaya diri.

Hal yang sampai saat ini masih terus saya pelajari. Saya beruntung karena saya dibesarkan oleh strong single fighter mom, yang mengajarkan saya menjadi perempuan kuat. Saya diperbolehkan mengambil keputusan sendiri sekaligus menilai setiap resiko  tiap keputusan. Saya dimodali  ilmu di sekolah dan pengalaman hidup bersama single fighter mom. Bidadari berwujud perempuan sederhana yang berhati besar dan indah. Perempuan  yang akan selalu hidup dalam hati dan pikiran saya, meski sudah berpulang 10 tahun yang lalu. Saat ini saya masih berproses menjadi manusia yang lebih baik dengan melewati turun naiknya hidup. Dan modal yang ibu berikan akan membuat saya mampu melewati banyak ujian hidup, dan mencapai apa yang saya inginkan.....Insya Alloh.( SWA)

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Rendah_diri (1,2)


Komentar

Postingan Populer