FILOSOFI JALAN KAKI
Sudah 2 minggu ini saya mulai kembali berjalan pagi. Rutinitas sebelum memulai kegiatan seusai sholat subuh. Jalan pagi yang dulu dilakukan sekedar untuk menghirup udara pagi, sekarang berubah menjadi kegiatan untuk mengurangi ketegangan, kekhawatiran atau perasaan insecurity yang kerap kali datang. Wabah Covid-19 yang tak kunjung reda memang mempengaruhi mental saya. Perasaan terisolasi, kekhawatiran akan banyak hal, sedikit banyak mempengaruhi keseimbangan. Namun sejak saya memulai kembali kegiatan rutin di luar rumah yang dapat saya ukur resiko yaitu jalan pagi, saya mulai menemukan kembali semangat hidup dan perspektif baru untuk mengisi kembali kehidupan.
Jalan kaki, khususnya dipagi hari adalah hal yang kerap kali saya lakukan dan olahraga yang saya sukai. Bahkan dahulu saya bercita cita kelak jika bekerja ingin di daerah Rasuna Said karena cukup berjalan kaki dari rumah dan tidak menghabiskan waktu bermacet macet ria di jalan. Rumah saya memang bersebelahan dengan kawasan Rasuna Said, Kuningan. Receh tapi membahagiakan. Cukup dengan sepatu yang nyaman saya sudah mendapatkan kebahagian kecil dengan jalan kaki pergi ke dan pulang dari kantor. Jadi tidak ada istilah menua di jalan. Kaya tidak tapi yang pasti menua di jalan. Satu dari banyak hal yang saya hindari.
Dengan berjalan kaki, saya bisa menikmati perjalanan. Saya lebih sadar dengan lingkungan kiri kanan sepanjang perjalanan dan tahu apa perubahan yang terjadi di sekitar. Lebih sadar dengan siapa saja orang yang saya temui sepanjang jalan. Ada perasaan yang berbeda yang saya dapatkan setelah berjalan kaki.
Berbeda saat menggunakan transportasi umum, hal yang saya lakukan adalah menyibukan diri dengan handphone, membaca buku atau tidur sepanjang perjalanan. Telinga dibuka hanya untuk memastikan saya turun di tempat yang saya tuju. Begitu seterusnya... Lelahnya sama tapi entah mengapa berbeda kadar perasaan yang saya rasakan.
Dari berbagai sumber saya dapatkan beberapa manfaat dari jalan kaki secara rutin
1. Membakar kalori
2. Memperkuat jantung
3. Meningkatkan energi
4. Menurunkan kadar gula darah
5. Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif
Sedikit tips pilih sepatu olahraga yang nyaman. Sebaiknya mempunyai bantalan dan sol yang cukup baik. Meski jalan kaki merupakan gerak badan yang minim cidera, namun jika penggunaan sepatu tidak nyaman akan menyebabkan lecet dan luka lepuh di kaki.
Saya menggunakan pada handphone untuk menghitung aktiitas fisik termasuk berapa langkah yang sudah dilakukan setiap hari. Dari data yang saya punya jalan kaki selama 45 Menit akan mendapatkan rata rata 8.000 langkah. Ketika berjalan kaki selama 45 menit dengan intensitas sedang kira kira akan mencapai jarak sekitar 4 s.d 4.5 KM. Lumayan untuk membakar kalori dan jika dilakukan di malam hari, dijamin akan tidur nyenyak.
Akhirnya kita sendiri yang harus memegang kendali atas kehidupan dan kebahagian kita. Kebahagian yang sebenarnya bisa dicari dari diri kita sendiri.(SWA)




Komentar
Posting Komentar