RECEH YANG MEMBAHAGIAKAN
Lemon Pound Cake
Ini adalah kali kedua saya membuat Lemon Pound Cake, kue yang sekarang menjadi favorit saya. Tekstur kue yang lembut dan moist dengan cita rasa Lemon yang menyegarkan membuat bolu ini menjadi favorit di rumah kami, setidaknya buat saya. Rumah kami hanya ditinggali saya dan kakak perempuan saya.
Semenjak saya tidak bekerja lagi karena wabah Covid-19 kegiatan yang saya lakukan adalah salah satunya melatih kemampuan memasak, kue maupun masakan sehari-hari. Kegiatan yang saya lakukan di luar kegiatan berjualan apapun yang menghasilkan uang untuk mengisi waktu dan menggunakan energi saya yang berlebih.
Berawal dari postingan Taste di Twitter mengenai Lemon Pound Cake yang begitu menggugah selera saat saya membacanya, maka saya putuskan untuk mencoba resep tersebut. Saya tipe orang yang sangat penasaran untuk mencoba saat saya tertarik pada sesuatu. Biasanya saya akan membaca berulang kali sampai saya yakin bahwa saya mampu dan memastikan bahwa hasilnya akan sesuai dengan yang sudah saya baca. Jadi saya mulai dari menyiapkan bahan-bahan yang sesuai dengan resep, lalu menirukan cara mengolah bahan tersebut mengingat pertama kali saya membuat bolu ini.
Terus terang saya tidak terlalu pandai membuat bolu karena biasanya hasilnya bantet alias tidak mengembang serta kadang rasanyanya pun tidak seperti yang saya harapkan. Belum lagi penampilan yang tidak seperti gambar yang ada dalam resep. Jadi ngeri ngeri sedap kalau istilah saya saat mencoba resep ini. Saat tiba tahapan selesai memanggang, mulailah moment of the truth yang ditunggu. Apakah bolu ini bantet atau tidak, rasanya enak atau tidak dan apakah bentuknya paling tidak menyerupai yang ada di dalam gambar dalam resep?
Percobaan Pertama
Setelah dikeluarkan dari oven, tiada lain kata selain Woow....... karena bolu mengembang dengan baik. Karena saya terlalu penasaran saya segera memotong bolu ini untuk memastikan rasanya. Rasanya tak diduga, yummm... enak dengan aroma dan rasa lemon dalam tiap gigitan yang begitu dominan. Tekstur bolu yang terasa lembut dan moist. Entahlah mungkin ini yang dinamakan kegembiraan pemanggang amatir yang baru mendapatkan hasil yang diharapkan. Layaknya seperti bocah kecil yang bersuka cita karena mendapat permen kesukaannya, seperti itulah saya saat itu. Sayang pada saat memberikan garnish kurang sempurna. Pembuatan pasta untuk sugar glazing kurang kental sehingga efek lapisan gula yang menyelimuti tidak didapatkan. Buat saya tidak jadi masalah karena ini dapat diperbaiki di percobaan berikutnya sampai akhirnya menemukan hasil yang saya mau.
Pagi ini percobaan kedua saya lakukan meskipun dengan menggunakan bahan yang tidak selengkap percobaan pertama. Lemon Pound Cake yang resepnya sudah saya modifikasi sedemikian rupa dengan mengurangi jumlah telur, tepung terigu dan gula pasir. Rasa Lemon saya dapatkan dari perisa lemon. Segala sesuatunya lebih dahulu saya persiapkan dengan baik karena saya ingin tahu jika saya persiapannya lebih baik dari percobaan pertama apakah hasilnya akan jauh lebih baik dari sebelumnya.
Setelah menyelesaikan pekerjaan rutin, mulailah saya membuat adonan dan memanaskan oven terlebih dahulu. Mungkin karena ini adalah kali kedua, saya sudah mulai paham tahapan-tahapan dan juga kisi-kisi dalam membuat adonan dan mulai mengenali oven yang saya punya. Saya menggunakan oven merk hook model lama. Oven yang dulu saya beli di pasar Jatinegara ditemani oleh almarhumah ibu. Usia oven ini sudah lebih dari 11 tahun saya rasa. Oven yang hanya saya pakai sekali-kali bahkan dulu saat ibu masih hidup. Mungkin karena jarang saya pakai jadi, saya tidak mengenal oven ini, karena ternyata masing-masing oven berbeda-beda, tergantung pengaturan api, tergantung tingkat kepanasan yang dihasilkan yang nantinya akan mempengaruhi hasil akhir.
Semilir angin membawa aroma bolu lemon yang sudah mulai matang tercium diseluruh penjuru rumah sebagai tanda bahwa bolu sudah matang. Tibalah saatnya moment of the truth, apakah bolu ini lebih baik dari percobaan pertama. Saat loyang saya keluarkan dari oven dan mulai saya tempatkan di atas metal cooling rack terbersit perasaan takut jika nanti mendapati bolu ini gagal. Namun saat bolu berdiri dengan sempurna ketika saya balik, tidak ada kata lain selain OKE ( sambil membusungkan dada dan 😌 ) ..... I m a d e i t.....yeeaiiiiyyyyy..
Percobaan kedua
Ternyata bahagia buat saya sangat sederhana yaitu ketika Lemon Pound Cake berhasil baik dan sesuai dengan harapan. Setelah selesai membuat garnish dan mendinginkan beberapa saat. Potongan pertama tentunya saya berikan kekorban abadi yaitu kakak saya yang selalu menjadi kelinci percobaan untuk merasakan semua hasil praktek masakan atau kue saya. Penilaian mengenai rasa tentunya yang akan menjadi konsern selanjutnya setelah bentuk dan garnish. Menurut dia teksturnya lembut, aroma lemon yang terasa namun tidak meninggalkan rasa asam yang berlebihan. Tingkat keasaman, manis dan cita rasa lemon yang seimbang membuat bolu ini tidak menimbulkan rasa enek di mulut setelah memakannya, begitu kira-kira penilaian dari pemerhati makanan buatan saya. Kasian kakak saya ini, dibuat gendut oleh saya.
Mungkin terdengar receh bagi sebagian orang yang sudah mahir memanggang kue dengan tampilan yang jauh lebih menarik dari milik saya. Namun bahagia yang menyelimuti hari ini bukan hal receh bagi saya. Terkadang saya lupa bersyukur dan sibuk mencari kebahagian dan berharap kebahagian di tempat lain, padahal nyatanya kebahagian itu justru kadang datang dari diri kita sendiri. Saat mulai berusaha memahami diri kita dan mulai mensyukuri banyak hal dan bukan memerintah Tuhan, minta ini dan itu. Banyak hal yang sebetulnya diberikan oleh Tuhan kepada tubuh ini, sehat jasmani, sehat akal dan kemampuan dan ketrampilan yang tidak pernah disadari yang dititipkan oleh Tuhan pada tubuh ini sampai detik ini.
Cara bersyukur dan menikmati kebahagian yang sederhana dan receh secara paripurna hari ini adalah menikmati sore dengan secangkir teh atau kopi panas ditemani dengan sepotong Lemon Pound Cake bersama orang yang menyayangi kita tentunya. ( SWA )
Sebagai pengingat , ini resep yang saya gunakan hari ini.
Lemon Pound Cake
Bahan :
180 gr Tepung Terigu Protein Ringan ( saya pakai segitiga biru )
1/4 sdt Baking Powder
1/2 sdt Garam
160 gr Butter
180 gr Gula Pasir
3 Butir Telur ( Ukuran sedang )
3 sdm perasan lemon
1 sdm parutan kulit lemon ( jika ada )
100 ml Susu Cair
Lemon Glaze
80 gr Gula Halus
3-4 sdm perasan lemon
campur jadi satu, aduk rata sampai menjadi pasta
Cara Membuat
1. Dalam wadah campur terigu, baking powder, garam, ayak dan aduk rata, sisihkan
2. Mixer butter dan gula hingga lembut dan masukkan telur satu persatu lalu kocok
3. Masukkan telung terigu bergantian dengan susu cair dan kocok rata dengan kecepatan sedang, jangan over mix
4. Tuang dalam loyang yang telah diolesi dengan mentega tipis dan tepung
5. Oven disuhu 160 C selama 60-70 tergantung oven masing-masing
6. Setelah matang angkat dan dinginkan diatas metal cooling rack
7. Setelah dingin siram dengan lemon glaze
Untuk 16 potongan
Persiapan sekitar 25 menit
Waktu memanggag sekitar 1 jam 10 menit ( kurang lebih )
Total waktu pembuatan sekitar 1 jam 35 menit




Komentar
Posting Komentar