KONTRAK KERJA
Subuh ini, hari pertama kembali joging di lintasan lari Epicetrum Rasuna setelah beberapa waktu pintu masuk ditutup karena daerah rumah saya yang kebetulan bertetangga dengan kawasan Apartemen Taman Rasuna ditetapkan dalam zona merah kasus Covid-19. Sebetulnya bukan untuk berolahraga namun saya ingin menenangkan pikiran yang biasanya saya dapatkan setelah joging pagi. Saya butuh berpikir jernih sebelum memutuskan untuk menandatangani kontrak kerja yang saya terima kemarin.
Kontrak kerja dan surat penawaran adalah hal yang saya tunggu setelah perusahaan sebelumnya tutup terimbas oleh Covid-19 sehingga seluruh pegawainya di PHK. Lebih dari 4 bulan saya tidak bekerja, waktu terlama yang pernah saya alami. Entah mengapa berbeda dari sebelumnya, justru mendapatkan pekerjaan saat sudah melewati banyak hal akibat wabah, membuat saya berhati-hati.
Saya tidak khawatir dengan perusahaan yang akan memperkerjakan saya. Dengan nama dan kapital yang besar, saya tidak perlu khawatir akan keberlangsungan perusahaan. Namun entah mengapa justru saya lah yang saya khawatirkan. Bukan meragukan akan kemampuan dan ketrampilan saya, tapi apakah betul sekarang saya sudah benar-benar siap bekerja kembali. Pengalaman di PHK ketika perusahaan karena tidak mampu membayar biaya operasional dan disaat yang bersamaan dengan wabah merontokkan semua sendi-sendi kehidupan secara global merupakan pengalaman tersendiri buat saya. Tepatnya memaksa untuk mereview ulang perjalanan karir saya sebelumnya.
Fakta menganggur diusia hampir 45 tahun, membuat peluang kembali bekerja jauh lebih terbatas dibanding saat berusia 20 an atau 30 an. Meski kadang kemampuan, ketrampilan dan etos kerja tidak kalah dengan yang berusia muda, namun dapat dimengerti jika perusahaan lebih suka mencari pegawai yang lebih muda. Belum lagi kondisi perekonomian yang lesu, tentunya membuat perusahaan jauh lebih selektif dalam mencari kandidat pegawai.
Lebih dari 4 bulan menganggur, sejujurnya saya baru kembali mencari kerja dibulan Juli. Waktu luang banyak saya habiskan dengan mengikuti banyak kursus online untuk menambah ketrampilan. Saya ingin mengisi waktu menganggur dengan benar, hitung-hitung sebagai career break. Lalu jika ditanya apa motifnya mulai mencari kerja tentunya membiayai kebutuhan hidup selanjutnya. Motif yang akan disampaikan oleh semua orang yang butuh pekerjaan saat ini. Karena hidup tidak gratis.
Jadi ketika sudah melewati beberapa proses dan sampai ditahapan tanda tangan kontrak kerja, seharusnya ini menjadi jawaban atas doa-doa saya. Saya toh belum yakin apakah ini akan menjadi perusahaan terakhir tempat saya berkontribusi. Jangan-jangan saya masih ingin berpetualang ke perusahaan yang saya pikir lebih baik tanpa tahu apa yang sebenarnya paling saya inginkan.
Dalam kurun 10 tahun ini, sudah di 6 perusahaan saya berpindah kerja selalu dengan alasan mencari hal baru yang menantang dan gaji yang lebih besar. Namun entah mengapa saya saat ini punya keinginan untuk menetap di suatu tempat. Perusahaan terakhir dimana saya punya alasan yang tepat dan mendasar untuk tetap tinggal. Bukan semata karena gaji besar untuk mengabdi di satu perusahaan, tapi harus ada hal lain yang membuat saya ingin menghabiskan umur produktif dengan memberikan yang terbaik kepada perusahaan tersebut. Jika berkaitan dengan pembagian rezeki, saya yakin rezeki tidak pernah salah alamat.
Wabah yang berlangsung memang merusak rencana awal yang saya susun untuk tahun ini. Reset dan readjust hal yang terpaksa dilakukan untuk bertahan dan tetap waras.
Untuk kali ini agaknya saya diselamatkan dengan libur Kemerdekaan. Jadi paling tidak punya 3 hari untuk memikirkan ulang dengan baik sebelum mengambil keputusan akhir. Semoga joging dapat menjernihkan pikiran dan yang terpenting adalah meminta petunjuk Alloh SWT, memohon dipilihkan yang terbaik menurut pandangan-Nya. Satu-satu tempat di mana saya merasa tenang dan paling saya percaya. ( SWA )



Komentar
Posting Komentar