SEHAT MENTAL DENGAN HARGA MURAH

 



Sudah 5 hari berturut-turut saya memulai lagi berolahraga pagi di lintasan lari area Epicentrum Kuningan, tepatnya olahraga berjalan kaki. Olahraga yang sudah saya mulai sejak dahulu entah kapan tepatnya. Olahraga murah dan tidak merepotkan. Cukup bermodal kemauan bangun subuh, sepatu dan pakaian yang nyaman.  Kegiatan yang dilakukan saat saya ingin menenangkan diri, tidak yakin saat ingin mengambil keputusan atau sekedar mengurangi ketegangan. Jadi entah apakah ini dikatakan berolahraga namun yang jelas setelah berkeringat, mood saya jauh lebih baik dan lebih bersemangat. Bisa jadi efek itulah yang menyebabkan seseorang bisa berpikir  jernih dan melihat segala sesuatunya lebih obyektif.

Saat wabah Covid-19 yang  terus menggila, kegiatan olahraga   mau tidak mau harus menyesuaikan dengan menambah sedikit persiapan yaitu penggunakan masker. Sebelum daerah rumah saya yang kebetulan bertetangga dengan komplek Apartemen Taman Rasuna ditetapkan sebagai zona merah karena kasus covid-19, saya tidak pernah menggunakan masker saat berolahraga.  Masker cuma saya kantongi dan saat selesai olahraga baru saya gunakan masker. Sesak dan tidak nyaman rasanya jika saat berolahraga sudah memakai masker. 

Sejak memulai pertama kali jalan pagi, saya selalu memulai setelah sholat subuh saat banyak orang masih di balik nyamannya selimut. Saat orang mulai berkegiatan dan saya pun sudah selesai berolahraga. Sedikit upaya mengurangi resiko buat saya untuk bertemu banyak orang. Sudah 5 hari ini saya menggunakan masker saat berolahraga dan sejauh ini tidak mengalami sesak yang sebelumnya saya khawatirkan. Menambah kebiasaan  untuk sekedar menghirup udara subuh, menghilangkan kebosanan akibat terbatasi kegiatan fisik normal dan  membantu  mengurangi ketegangan. 

Benar ucapan Hippocrates (c. 460 - c. 370 BC), tabib Yunani yang sering disebut sebagai "Bapak Pengobatan Barat, "berjalan adalah obat terbaik," dan selalu akan menjadi resep non-farmakologis abadi untuk mendapatkan kesehatan dan umur panjang. (1) 

(doc:workforhealth.org.uk)

Dari beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa seorang dewasa yang secara teratur melakukan latihan dengan intensitas ringan 18 % lebih sehat dibandingkan rekan seusianya yang tidak kurang aktif. Orang yang rutin beraktifitas cenderung memiliki: indeks massa tubuh (BMI) yang lebih rendah, lingkar pinggang yang lebih kecil, tingkat insulin yang lebih baik, dan kecil kemungkinannya untuk memiliki penyakit kronis.(2)

Dikasus saya, saya mendapatkan manfaat kepada mental yang didapatkan setelah berjalan pagi. Pasalnya, berjalan kaki dipercaya mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak yang membuat seseorang  merasa lebih baik.(3)

1. Membantu melawan depresi
Penelitian menunjukkan, berjalan kaki rutin selama tiga kali per minggu mampu membakar 350 kalori dan terbukti bisa mengurangi gejala depresi hampir seefektif obat antidepresan. Olahraga jalan kaki juga dapat dikombinasikan dengan terapi obat-obatan untuk mengontrol dan mengobati depresi berat. (4)

2. Mengusir pikiran negatif
Sebuah penelitian mengenai Perencanaan dan Tata Kota menemukan bahwa orang yang berjalan keliling taman merasa lebih bahagia dan kecemasannya berkurang dibandingkan mereka yang berjalan dengan jumlah waktu yang sama namun di sekitar lalu lintas yang padat. Dalam sebuah penelitian selanjutnya, para peneliti menemukan bahwa berjalan di ruang hijau membuat orang cenderung untuk mengurangi aspek-aspek negatif dari hidup mereka.(5)

3. Meningkatkan kadar Vitamin D
Manfaat lain dari berjalan secara teratur, terutama di luar ruangan adalah peningkatan kadar vitamin D. Pasalnya kekurangan vitamin D akan meningkatan risiko depresi serta gangguan afektif musiman (SAD).(6)

Upaya untuk bertahan agar sehat jiwa dan raga selama wabah Covid-19. ( SWA )


Source :
https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-athletes-way/201506/hippocrates-was-right-walking-is-the-best-medicine ( 1,2 )

Komentar

Postingan Populer