OVERCOMING THE FEAR

Dengan kebiasaan baru dan berpatokan pada protokol kesehatan yang ditetapkan seharusnya membuat seseorang aman dari bahaya virus. Namun penyebaran virus Covid-19 yang grafik exponensial dari hari ke hari, serta faskes dan nakes yang mulai kewalahan, ini sangat mengkhawatirkan bagi orang awam seperti saya. Sulitnya seseorang dirujuk ke RS pada saat membutuhkan pertolongan adalah hal yang sangat meresahkan disaat wabah virus yang obatnya belum ditemukan. Virus yang tidak memandang usia, status, punya comorbid atau tidak, akan menyerang ketika seseorang abai akan protokol kesehatan. Karena korban dari virus Covid-19 tidak memandang usia,status,pangkat dan jabatan, musuh yang tidak kelihatan ini makin menakutkan.
Selalu ada cerita yang menyertainya, ketika virus sudah berada dekat kita dan menjangkiti lingkungan terdekat. Saat manfaat kesehatan yang dimiliki seseorang tidak serta merta menjamin mudahnya seseorang yang mempunyai gejala Covid-19 ditangani di RS. Kenyataan yang mampu mempengaruhi mental seseorang yang mendengarnya. Ada cerita nakes saat harus merujuk ke RS rujukan Covid saat pasiennya mulai mengalami sesak nafas berat. Kebetulan RS tersebut tidak memadai perlengkapannya. Nakes tersebut ditanya oleh pasien apakah dia akan mati di RS ini. Dan benar esoknya pasiennya benar berpulang tanpa sempat dirujuk ke RS yang punya fasilitas yang lebih lengkap.
Cerita ini sangat mempengaruhi saya belakang ini. Agaknya ini yang membuat beberapa hari ini saya takut keluar rumah. Saya mempunyai jaminan kesehatan mandiri dan jaminan kesehatan dari perusahaan tempat saya bekerja. Namun jika melihat kasus Covid-19 yang terus meningkatnya rasanya jika pun punya jaminan kesehatan belum tentu dapat cepat ditangani apabila ketersediaan faskes dan nakes tidak memadai dan mulai tidak sebanding dengan jumlah pasien.
Bagi masyarakat awam, seperti halnya saya, rasanya cerita seorang nakes diatas adalah realitas yang bisa saja menimpa seseorang. Wabah yang entah akan berapa lama berlangsung membuat prioritas di tahun 2020 berubah menjadi mari bersama selamat dari ancaman virus Covid-19.
Saya bahkan belum mengambil laptop kantor yang disediakan untuk saya bekerja. Saat ini saya harus menolong diri saya sendiri dahulu untuk mengatasi ketakutan untuk keluar rumah. Pekerjaan masih bisa saya kerjakan dengan laptop pribadi dan dikerjakan dari rumah. Jadi tidak akan terganggu. Agaknya menulis disela-sela pekerjaan membantu mengeluarkan perasaan saya bahwa virus ini menakutkan bagi saya.
BEING BRAVE ISN'T THE ABSENCE OF FEAR. BEING BRAVE IS HAVING THAT FEAR BUT FINDING A WAY THROUGH IT. (BEAR GRYLIS)
Semoga kesadaran dan disiplin dari setiap orang termasuk saya membantu memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, sehingga semua orang dapat kembali berkegiatan secara aman di luar rumah dan menjalani hidup dengan tenang tanpa dibayangi ketakutan. ( SWA )

Komentar
Posting Komentar