PENCARIAN TEMAN SEJATI

Salah satu projek saya di tahun 2020, adalah memperbaiki bacaan sholat dan membaca Al Quran. Projek pribadi yang menjadi angan saat saya masih bekerja. Rangkaian kegiatan yang saya jalankan hampir bersamaan selama saya di rumahkan akibat wabah Covid-19.
Cita-cita saya disisa tahun 2020 adalah menghadiahi diri saya dengan Al Quran yang akan saya beli dengan uang tabungan saat saya berusia tepat 45 tahun dibeberapa bulan mendatang. Kelak ketika saya dipanggil "pulang", akan saya sampaikan pada Alloh SWT, tabungan yang saya kumpulkan salah satunya saya pakai untuk mempelajari Al Quran dengan seorang guru mengaji dan membeli kitab yang menjadi pegangan hidup saya. Kitab yang akan menjadi teman terbaik yang akan menemani saat senang, menjadi penghibur saat sedih, meredakan kegelisahan saat kehilangan arah. Teman yang akan sangat dekat secara pribadi.
Saya sendiri punya Al Quran yang dibelikan oleh kakak saya. Saya upayakan membaca setiap pagi dengan membaca latinnya serta terjemahannya. Saat ini saya belum percaya diri dan terbata-bata membaca tulisan Arabnya. Jadi hadiah ini akan sangat berarti dan hal terindah yang diberikan oleh saya pribadi. Tiap tahun saya selalu menghadiahi diri saya sendiri dengan hal-hal yang ingin saya kenang secara pribadi. Hadiah yang saya upayakan dengan segenap kemampuan saya untuk mendapatkannya. Tahun ini hadiah akan berbeda akibat wabah yang melanda yang entah sampai kapan berakhir. Tapi maknanya sungguh akan mempengaruhi sisa kehidupan saya kelak.
Iqro, buku yang menjadi awal saya mempelajari Al Quran dengan ditemani guru yang saya cari dari sebuah tempat les. Kami memulainya sudah 2 bulan yang lalu. Belajar kembali huruf-huruf Arab yang dulu dipelajari saat kecil dan hanya berupa halafan, agaknya butuh beberapa saat untuk memahaminya. Lafaz yang benar dibeberapa huruf menjadi fokus agar kelak bacaan menjadi benar. Butuh beberapa kali perbaikan mengingat huruf tersebut harus diucapkan seperti halnya orang Arab melafalkan huruf tersebut. Paling tidak mendekati meski tidak persis sama. Faktor umur agaknya berpengaruh pada kecepatan menangkap yang diajarkan guru saya. Tapi saya tidak akan menyerah. Beruntung saya bertemu guru yang sangat sabar. Ya... Alloh memilihnya untuk membantu saya.
Tantangannya adalah ada beberapa huruf yang belum benar lafalnya, beberapa huruf yang belum diluar kepala dalam membacanya, yang terakhir mengambil nafas ketika bacaan tersebut berisi banyak huruf. Ketika berisi 3 dan 4 masih bisa mengikuti tanpa kehabisan nafas, namun ketika bacaan sudah berisi dari lebih 5 huruf disana, butuh strategi untuk mengatur nafas dan kapan harus memenggal kata untuk mengatur nafas. Agaknya saya harus mencari metode yang paling pas agar saya bisa menguasainya dengan benar.
Iqra-3 sudah hampir selesai minggu lalu, namun sementara kelas saya hentikan dahulu karena PSBB yang akan diberlakukan selama 2 minggu ke depan. Namun tidak dengan pelajaran itu sendiri. Projek pribadi yang harus selesai sebelum usia saya 45 tahun, dengan hasil yang memuaskan. Saya harus terus mengulang pelajaran Iqro sebelumnya, belajar secara online pelafalan dan meminta penilaian dari guru mengaji saya meski lewat WA selama PSBB. Mengatasi kemalasan yang kadang melanda adalah tantangan lain yang harus saya kalahkan.
Semoga sisa bulan di tahun 2020, Alloh SWT memberi saya kesempatan mengenal Dia secara utuh melalui projek saya. ( SWA )

Komentar
Posting Komentar