SECOND TRIP TO GREAT WALL

Sudah hampir 2 minggu memulai kembali, setelah beberapa saat tidak berkomitmen apapun selain menjalani hari demi hari. Kembali kepekerjaan di mana tiap hari harus diisi dengan progress dan couching. Diingatkan kembali dengan target dan pencapaian.
Entah mengapa meski dihadapkan dengan target yang luar biasa, ada keyakinan kuat bahwa perjalanan ini akan membawa saya ke dunia yang menyenangkan. Perjalanannya akan penuh tantangan yang akan memperkaya saya. Ini seperti mengingatkan kembali perjalanan sendirian ke tembok Cina beberapa tahun yang lalu. Banyak orang seperjalanan yang memilih pulang kembali ke meeting point awal atau berhenti menikmati pemberhentian yang menawarkan hal lain yang menyenangkan.
Saya sendiri memilih menyelesaikan sampai batas akhir, sampai ke puncak. Hanya Tuhan yang tahu, beberapa kali saya berhenti sejenak saat itu untuk mengambil nafas lalu menguatkan kembali keyakinan bahwa saya akan tiba di puncak. Ya... akhirnya saya tiba di puncak. Anehnya rasa bahagia dan syukur datang bukan karena tiba di puncak yang pemandangannya luar biasa, tapi saat saya mampu memaknai perjalananan turun naik , panjang dan berliku untuk sampai ke puncak. Saat saya tidak menyerah ketika lelah mendera, saat keyakinan mulai turun, saat ragu dan takut mendera.

Kata almarhumah ibu saya, sejatinya dalam hidup, kita tidak sedang berkompetisi dengan orang lain. Tapi kenalnya kita dengan diri sendiri sehingga mampu membangun keyakinan positif untuk memaknai kehidupan yang dianugerahkan Tuhan. Di sana sebenarnya letak kebahagian sejati.
Saya bersyukur saat ini Tuhan memberikan kembali kesempatan ke "Tembok Cina" untuk kedua kalinya dengan rute yang berbeda. I will make it for sure...إن شاء الله. ( SWA )

Komentar
Posting Komentar