SEPENGGAL CERITA DIHARI SAPTU

Hari ini bertepatan dengan ulang tahun kakak saya, mba Nunik. Perempuan paruh baya yang saya anggap seperti kakak saya sendiri. Orang Tua, Kakak, teman berbagi, yang selalu menegur saya jika salah dan mengingatkan saat datang ragu dan kehilangan arah, supporter terbaik saya jika kepala saya mulai bermunculan rencana-rencana yang ingin saya lakukan yang kadang cuma wacana, sebagai korban karena menjadi orang pertama yang harus mencicipi masakan buatan saya yang kadang penuh dengan experimen.
Dia tinggal dengan keluarga kami sejak saya masih di SD. Hampir 30 tahun dia menemani saya tinggal di rumah peninggalan ibu. Selama itu pula kami saling mengisi dan melengkapi. Sejak orang tua dan kakak kandung saya meninggal, dia adalah sosok yang paling dekat dengan saya. Orang yang saya hormati dan saya mintai pendapat. Teladan bagi saya akan ketaatan dalam beribadah.
Wabah Covid-19, yang sudah berjalan lebih dari 6 bulan, membuat saya menyadari mengenai apa yang terpenting dalam hidup, bagaimana menghargai hidup, mensyukuri nikmat dan berkah yang diberikan kepada Alloh SWT setiap hari kepada saya. Dulu saya suka mempertanyakan ini itu kepada Alloh SWT. Terkadang ragu akan keyakinan kepada-Nya jika kesulitan datang menghadang. Sekarang dimana saya banyak menghabiskan waktu di rumah, saya lebih mengenal teman yang tinggal satu rumah. Saya perlahan memahami rencana Alloh SWT pada kehidupan saya. Dikirimkanmya seseorang yang akan sangat dekat yang kelak menjadi teladan dalam ketaatan beribadah, contoh keikhlasan menerima takdir kehidupan yang telah ditetapkan.
Jadi terbersit beberapa hari yang lalu diulang tahunnya yang ke-54 , saya ingin buatkan sesuatu yang istimewa. Nasi kuning buatan saya, bukan dari dapur Solo yang menjadi favorit saya jika ingin makan nasi kuning. Ini pertama kali saya membuat nasi kuning lengkap. Nasinya sendiri belum pernah saya masak sebelumnya. Jadi seperti tantangan untuk membuat nasi kuning lengkap dan harus selesai sebelum makan siang. Pengaturan waktu yang baik harus seiring dengan cita rasa yang lezat pada semua menu dan seni menghias yang harus menyerupai yang saya lihat dari internet.
Nasi kuning lengkap saya terdiri dari nasi kuning, ayam goreng, otak otak bandeng, urap sayuran, telur dadar, kering tempe dan rempeyek. Karena saya belum pernah memasak nasi kuning sebelumnya, saya putuskan nasi dimasak terakhir agar bisa konsentrasi penuh pada proses memasak nasi kuning. Saya ingin nasi kuning lengkap adalah hadiah istimewa. Saya janjikan bahwa penantiannya tidak akan sia-sia karena dia akan menikmati nasi kuning yang lezat.
Dan yang ditunggu tiba.. saat nasi kuning yang menjadi penutup kegiatan memasak hari ini masak. Harum serai, pandan yang ada dinasi kuning tercium di seluruh penjuru rumah. Tentu yang menjadi puncak dari hari ini adalah menyantap menu nasi kuning istimewa. Kakak saya harus mencicipi semua masakan sebagai syarat. Alhamdulillah.... dia menyukainya. Nasi kuning juara. Rasanya enak tidak berlebihan dengan gurih yang pas dan tidak meninggalkan aroma yang tidak enak dimulut setelah kami selesai menyantapnya. Pas adalah kata yang penutup setelah Alhamdulillah saat kami menandaskan piring kami.
Hal yang membahagiakan hari ini, adalah senyum kakak saya saat menyantap nasi kuning istimewa buatan saya. Bahwa saya mampu mengatur waktu sehingga nasi kuning lengkap memiliki cita rasa yang enak adalah kepuasan tersendiri. Semoga semua doa terbaik yang dipanjatkan hari ini, dikabulkan oleh Alloh SWT. Semoga nasi kuning istimewa yang saya buat hari ini membuka dan membawa banyak keberkahan bagi saya, kakak saya ( SWA ).

Komentar
Posting Komentar