KARENA HIDUP ADALAH PERJALANAN BUKAN PELARIAN
2 minggu sudah, tidak ada lagi update status di media sosial termasuk whatsup yang saya punya. Bermula ditahun 2019, saat menutup Facebook dan disusul ditahun 2020 menutup Instagram. Entahlah... saya merasakan tidak ada manfaat apapun yang saya dapatkan dengan membagikan khalayak sekelumit perasaan atau curhat mengenai masalah saya atau masalah orang lain atau sekedar membagi momen hidup. Semakin bertambah usia, makin malas membagikan sekelumit kehidupan. Tidak penting jawab saya waktu ditanya kenapa menutup Facebook dan Instagram.
Sejujurnya tidak ada hal yang menarik yang dapat dibagikan selain momen yang diabadikan dalam bentuk foto. Berbagi perasaan atau pikiran dalam status media sosial, rasanya semakin malas saya lakukan. Hal yang dulu kerap dilakukan hanya untuk melihat berapa banyak orang yang melihat status, memberi komen dan like dari mereka sebagai pelarian saat merasa bosan.
Mungkin karena saya hanya sesekali menggunakan medsos dan jarang membagi status maka kedekatan dengan follower atau orang yang saya follow saya pun tidak intens. Saya jarang mengomentari atau memberi like status follower saya atau orang yang saya follow. Kegiatan bermedsos lebih banyak dengan melakukan scroll up atau scroll down untuk mencari status yang menarik, artikel yang menarik hati.
Kesadaran pribadi bahwa wilayah pribadi tidak perlu dan tidaklah penting dibagikan kekhalayak. Hidup justru terasa lebih ringan dan tenang. Tidak lagi lebay dan banyak drama saat merespon berbagai persoalan hidup dan yang paling penting wilayah pribadi tetap jadi milik saya sendiri. Less drama, means more productive and more connecting to the real stuff.
Meskipun Twitter dan Blog tetap digunakan namun keduanya dipakai untuk upskilling. Twitter adalah medsos yang menyenangkan dan banyak thread atau artikel yang saya pakai sebagai wadah upskilling. Selalu menarik mendapatkan sudut pandang berbeda dari para nitizen mengenai hal tertentu, tanpa harus terbawa arus. Sementara Blog untuk melatih ketrampilan menulis dan self healing. So... this is actually part of my journey in 2021.

Komentar
Posting Komentar