BROKEN CHAIN

Sebuah status WA dan emoticon wanita menangis, tidak sengaja saya baca semalam. Saya terbangun sekitar jam 9an malam  karena  belum sholat Isya. Karena penasaran saya WA kawan baik saya dan menanyakan maksud status tersebut. Papa dari kawan baik saya sewaktu SMA dipanggil "pulang".

Kami mengenal satu sama lain  sejak TK, selalu 1 sekolah namun baru di kelas 2 SMA kami sekelas. Layak anak sekolahan, kami punya Geng yang berisi 4 orang  Panji, Cyntia, Ocha dan saya. Kami berempat satu kelas. Saya dan Ocha kebetulan sebangku sementara Cyntia dan Panji berbeda bangku. 

Banyak kenangan bersama mereka, saling mengolok-olak satu sama lain atau guru-guru kami. Jalan  dan makan bareng meski sebenarnya kebanyakan kegiatan kami hanya saling mengolok-olok satu sama lain, saling memberi contekan dan menyalin PR satu sama lain saat sebelum masuk kelas. 

Tidak ada sakit hati diantara kami meski kami saling mengolok-olok. "Nothing personal", just have fun and not take it too hard or too deep for everything. Usia di mana  kami hanya berpikir untuk menikmati masa SMA.

Diantara kami ber 4, saya satu-satunya yang muslim, namun tidak pernah kami mengejek mengenai keyakinan masing-masing.  Saat natal kami berbagi kue dan saat lebaran kami berbagi ketupat, as simple as that. Kami menyayangi satu sama lain. 

Pertemanan kami mulai sedikit merenggang saat di kelas 3 kami tidak lagi sekelas. Kesibukan sekolah, lalu kuliah dan bekerja lalu disambung kehidupan pernikahan akhirnya benar-benar memutus komunikasi kami. Meski kadang-kadang kami saling menyapa di WA untuk sekedar mengucapkan selamat ulang tahun, hari raya atau hanya sekedar menanyakan kabar. 

Kabar duka semalam menyatukan kami kembali. Aneh tapi nyata saat kedukaan sebuah hubungan justru tersambung kembali. Kami akan saling menguatkan meski hanya sebatas WA. Situasi wabah yang semakin mengganas  membatasi kami untuk saling berpelukan dan berpegangan tangan seperti dahulu.  Namun doa dan penghiburan  akan memberikan kekuatan bagi kawan kami yang saat ini berduka. Be strong my dear Cyntia. 


Komentar

Postingan Populer