MENCARI SEBUAH JAWABAN
Sudah beberapa hari ini saya agak terganggu dengan pertanyaan dari seseorang yang saya kenal.
Seseorang ini adalah PIC dari klien di sebuah Start Up tempat saya bekerja sebelumnya. Perkawanan antar pemilik usaha yang memudahkan proses kerjasama dan akhirnya menjadi salah satu account di Start Up tersebut. Andil saya tidak banyak sebetulnya, namun sebagai pengelola account, saya memang diharuskan berhubungan baik dengan PIC perusahaan tersebut. Singkatnya setelah perjanjian kerjasama ditandatangani ke dua belah pihak, saya memutuskan mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Hubungan kerja dengan PIC tersebut berubah menjadi perkawanan. Beberapa kali kami menanyakan kabar atau sekedar mengucapkan selamat hari raya.
Tepatnya seminggu yang lalu, saat saya menjajaki kemungkinan kerjasama dengan perusahaan saya yang baru, tiba-tiba kawan saya yang kebetulan PIC perusahan tersebut bertanya , " Jika kami nanti berpartner dengan perusahaan ibu, apakah ibu akan meninggalkan kami kembali setelah perjanjian ditandatangani " Pertanyaan biasa, tapi sangat dalam.
Momen pergantian tahun yang baru saja lewat, membuat saya mereview kembali 9 tahun terakhir perjalanan karir setelah saya keluar dari PT. Asih Eka Abadi, tempat saya bekerja selama 11 tahun. Selama rentang waktu 9 tahun setelahnya, saya berpindah pekerjaan di 7 perusahaan yang masa kerjanya tidak lebih dari 2 tahun. Selalu ada alasan yang membuat saya tidak menetap lama di satu perusahaan tersebut. Berganti title pekerjaan, perusahaan, lingkungan dan dinamika turun naiknya kompensasi, yang saya selalu terima dengan senang hati.
Jika ditanya apakah karena tantangan yang dihadapi; rasanya di manapun saya berada tantangan pekerjaan selalu ada dan berbeda di tiap tempat namun Alhamdulillah terlewati dengan baik. Meski saya bukan orang yang punya banyak kawan namun saya dapat berinteraksi baik dengan atasan dan team yang memudahkan saya bekerja. Lalu jika ditanya gaji rasanya Alhamdulillah saya selalu merasa tercukupi dengan kompensasi yang saya terima. Saya tidak pernah berhutang hanya untuk membeli barang atau pergi ke tempat yang saya inginkan. Well.... hutang budi agaknya tak terhitung.😀
Sebenarnya tahun 2021 saya merencanakan untuk tidak bekerja lagi di perusahaan mana pun. Saya ingin merintis usaha. Covid-19 mengharuskan saya mengubah rencana dan menyesuaikan diri dengan keadaan. Hal di luar perkiraan yang memaksa saya berhitung ulang rencana yang sudah disusun dan yang juga membuat saya memutuskan kembali bekerja di sebuah korporasi besar untuk mengais rezeki, sambil menata ulang hidup.
Jadi pertanyaan dari kawan kemarin, mengganggu karena dihadapkan pada kenyataan bahwa saya selalu berhenti ditengah jalan dan tidak pernah menyelesaikan apa yang sudah saya mulai dan selalu mencari alasan untuk tidak menyelesaikan yang sudah saya kerjakan.
Perusahaan kawan saya ini memang masih berupa prospek dari perusahaan saya, namun pertanyaan yang disampaikan saat saya menjelaskan produk perusahaan membuat saya berpikir kembali jawaban pertanyaan beberapa bulan lalu saat sahabat saya menanyakan kabar dan bertanya " apa yang sebenarnya saya cari dalam hidup ". (.... still figure out the answer )


Komentar
Posting Komentar