R E S P E C T

No matter how educated, talented, rich or cool you believe you are, how you treat people ultimately tells all. 

Sejak tahun lalu, ada kebiasaan baru  yang saya lakukan, "play back" tiap apa yang saya rasakan dan apa yang melibatkan hati, pikiran, dan tindakan. Turun naik emosi, berubah ubahnya suasana hati termasuk  keinginan serta semangat menjalani kehidupan.  "To Be Mindfull".

Mindfulness adalah cara untuk memusatkan perhatian terhadap apa yang terjadi dengan sadar tanpa adanya penilaian.

Menyelami dan merasakan emosi  saat menghadapi situasi yang tidak menyenangkan saat tetangga sebelah rumah yang membangun rumah , merusakkan genting rumah saya. Entah bagaimana   martil jatuh dari atap rumahnya dan menghancurkan beberapa genting rumah saya. Saat itu emosi saya meluap dan mendatangani rumah yang bersangkutan untuk  mengungkapkan keberatan kepada pemilik rumah. 

Hal lain terjadi di rumah sebelah kiri rumah saya yang sudah dijual kepada orang lain dan kelak akan dibangun  rumah bertingkat 4.  Pembangunan sudah dimulai dari menghancurkan bangunan lama. Saat melihat reruntuhan, saya baru tahu bahwa ternyata tetangga terdahulu memaku penampang toren (penampung air) miliknya di dinding rumah saya. Hal yang dilakukan tanpa seizin saya sebagai pemilik rumah. 

Lain lagi kelakuan penghuni dan tamu penghuni kos-kosan sebelah rumah yang rata-rata mempunyai motor, seenaknya memarkir motor di depan rumah. Entah mengapa dari sepanjang gang dipilihnya parkir tepat di gerbang masuk rumah saya.  Belum lagi sampah yang bertebaran di depan gerbang rumah karena mereka membuang sampah seenaknya tanpa memperhatikan apakah sampah masuk dengan benar ke tempat sampah atau tidak. 

Hal yang kurang lebih sama juga terjadi rabu lalu,  ketika calon klien yang mengundang saya meeting  ke kantornya, tidak memberitahukan  bahwa ia tidak dapat masuk kantor, meski email konfirmasi sudah saya sampaikan sebelumnya. Penundaan diberitahukan saat kami sudah tiba di kantornya. 

Saya geleng-geleng kepala saat ia menyampaikan alasannya. Komentar saya dalam hati, "Parah". Masalah sikap ternyata tidak memandang kelas; mau orang berpendidikan dengan status sosial yang tinggi atau  orang yang  berkekurangan dan belum beruntung, agaknya punya masalah yang sama.

Mungkin banyak orang tua yang tidak sempat dan lupa mengajarkan anak-anak mereka cara bermasyarakat, bertoleransi dan bagaimana menghormati orang lain. Mereka sibuk berjuang untuk menafkahi keluarganya hingga lupa bahwa pendidikan dasar mengenai etika berawal di dalam rumah dari orang tua. Pengaruhnya akan kelihatan saat mereka dewasa dan terjun dimasyarakat. 

Yah.....selalu ada hal yang dipelajari di tiap kejadian yang tidak mengenakan. Belajar mengucapkan Alhamdulillah... ditiap kejadian yang paling tidak mengenakkan, karena tidak ada yang terjadi tanpa seizin Alloh SWT. Pelajaran yang cukup sulit buat saya, untuk lapang dada mengucap Alhamdulillah.

Entah kenapa kejadian rabu lalu, tidak membuat saya marah yang biasanya berujung pada kata-kata kasar. Kesal iya, tapi saya bersyukur  saya 1 % lebih baik dari sebelumnya. 1 % bersabar dan berusaha mencari hal baik dari hal menyebalkan pagi itu. Indeed banyak hal yang mengecewakan saya minggu ini. Belum tahu hikmahnya, tapi hal yang pasti adalah  pelajaran bagaimana menghormati orang lain. Yeah...  I work toward to be 1 % better everyday 


Komentar

Postingan Populer