FIRST MEDAL

Sabtu lalu datang paket yang berisi medali, simbol sebagai Finisher Virtual Run yang diadakan oleh sebuah korporasi yang berkecimpung di bidang Marketing Maret lalu.

Medali pertama sekaligus melakukan hal yang ingin dilakukan meski sekali seumur hidup; ikut lari Maraton

Lari maraton dilakukan secara berbeda dari lari maraton saat keadaan normal, virtual run/lari virtual. Peserta berkewajiban menyelesaikan jumlah KM dan pada kurun waktu yang sudah ditentukan dan mencatatkan dalam portal yang disediakan panitia. Pandemi memang mengubah banyak hal, termasuk lari maraton.

Saya sendiri mencicil selama 5 hari. Jujur saja lari baru dimulai setelah reminder datang dari panitia. Malas untuk mencatat dalam portal meski lari pagi sendiri, dilakukan setidaknya 3 kali dalam seminggu. 

Dipertengahan sempat berpikir untuk berhenti sejenak, toh waktu masih panjang. Namun ibu saya dulu selalu bilang finish and don't stop until you get in finish line. So saya putuskan untuk sesegera mungkin menyelesaikannya sebelum bosan datang. Saya memang pembosan akut dan satu kelemahan terbesar adalah berhenti sebelum benar benar menyelesaikan yang sudah saya mulai. Malas biasanya datang saat saya bosan karena tidak menemukan kesenangan pada kegiatan yang dilakukan.

Jadi untuk menyelesaikan jumlah KM yang ditentukan, saya ubah rute berlari. Bukan pencapaian dari jumlah KM yang harus dilalui tapi menikmati lari sepanjang Jalan Rasuna Said terus sampai dengan Imam Bonjol dan daerah Menteng. 

Rasanya meski hampir seusia saya tinggal di Jakarta, saya belum pernah benar-benar menikmati daerah tempat yang saya tinggal. Rute yang sebenarnya beberapa kali saya lalui, namun selalu dengan menggunakan transportasi umum dan dalam rangka pergi ke suatu tempat. Jarang sekali memperhatikan kiri kanan jalan yang saya lalui. Klasik... dikejar oleh waktu untuk menyelesaikan urusan yang entahlah rasanya jarang bermakna. 

Saya baru tahu trotoar sepanjang jalan Imam Bonjol yang sudah dibangun dengan lebar dan sepanjang trotor steril dari pedagang.  Wihhh enak sekali untuk lari pagi sepanjang trotoar. Meski jalan Rasuna Said masih belum banyak berubah. Trotoar yang sempit dan banyak galian serta permukaan trotoar yang tidak rata. Namun saat pagi hari dimana belum banyak kendaran bermotor dan mobil lalu lalang, pelari dan pejalan pagi seperti saya masih bisa berlari pinggir jalan dengan aman.

Pandemi memang sudah berlangsung lebih dari setahun dan entah kapan akan berakhir, namun hal yang pasti adalah keadaan tidak akan kembali seperti dahulu. Hidup sendiri terus berlangsung dengan waktunya masing masing. Entah tersisa berapa lama namun hakikatnya tujuan kita di dunia cuma satu yaitu mengumpulkan bekal "pulang". Mengisi dan menikmati perjalanan  sembari mengumpulkan bekal. 

Medal is only a symbol. Actually when you are enjoying the journey to get the finish line. That is the real FUN.



Komentar

Postingan Populer