RUN KEEPER
Semenjak mengunduh aplikasi Run Keeper sebulan lalu, ada kegiatan rutin yang saya lakukan saat ini. Run Keeper adalah GPS fitness tracking. Sebenarnya sudah ada aplikasi tracker yang merupakan aplikasi bawaan dari handphone yang sama punya. Namun pada bulan Agustus 2021, saya akan mengikuti virtual marathon yang mensyaratkan data diperolah dari aplikasi yang dimenjadi sponsor. Run Keeper yang sudah diakusisi oleh ASICS Corporation adalah salah satu aplikasi yang dapat dipilih. Ya random saja sih saat memilih Run Keeper dari yang lain. Tidak ada alasan khusus.
Lari dan berjalan pagi adalah kegiatan atau tepatnya olahraga yang sudah saya mulai sejak tahun lalu, tepatnya sejak saya WFH (work from home) karena wabah Covid-19. Dari awal tahun lalu kantor saya melakukan WFH sampai saat ini. Jadi untuk mengurangi kebosanan karena tidak ada kegiatan keluar rumah kecuali hal yang penting, joging atau berjalan pagi dipagi hari adalah kegiatan yang menyehatkan sekaligus mengurangi kebosanan.
Kebosanan jugalah yang membuat saya mengubah rute lari pagi saya. Bosan karena pemandangan yang saya lalui itu itu saja begitu pula orang yang saya temui pun semakin banyak sehingga makin ramai tempat saya berolahraga. Sejujurnya saya ingin menguji kekuatan saya berlari atau berjalan pagi. Hitungan tentunya pada KM, yang bisa saja saya lakukan dengan rute yang biasa saya lakukan.Dengan mengubah rute saya ingin melihat suasana lain Jakarta dipagi hari, sekaligus menguji kekuatan berlari dalam hitungan KM.
Run Keeper menyediakan virtual pelatih yang melatih saya. Dengan lari yang di kombinasikan dengan berjalan kaki dan dimulai secara perlahan dan terus ditambah kecepatannya serta lamanya. Konsistensi adalah kunci dalam hal tak terkecuali olahraga. Jadi 2 atau 3 kali dalam seminggu saya akan berlari sesuai dengan arahan virtual pelatih saya. Omong omong pelatih virtual saya bernama Erin.
lintasan pejalan kaki sepanjang Rasuna Said sampai dengan Bundaran HI atau sepanjang Jalan Imam Bonjol adalah lintasan yang nyaman buat saya berlari di pagi hari. Saat kendaran belum banyak melintas dan tidak banyak orang yang berlari di sana sungguh suasana yang nyaman untuk berlari atau berjalan jika nafas mulai kepayahan.
Dari aplikasi ini, saya tahu kemampuan saya dan secara perlahan melatih kekuatan saya dalam berlari dan mengatur nafas. Well berlari sampai Bundaran HI atau sampai dengan Taman Menteng pulang pergi atau sekedar mengitari daerah Menteng adalah hal yang beberapa kali saya sudah lakukan. Record terbaik adalah 9 KM dengan ditempun selama 2 jam pulang pergi.
Buat saya lari pagi diselingi dengan berjalan saat nafas mulai kepayahan adalah kegiatan yang jauh dari membosankan. Tunggu.. luar biasa menyenangkan. Jadi tiap tanggal merah dan kondisi badan enak serta cukup tidur malam, sudah pasti saya akan berlari ditemani oleh Erin yang menjadi penyemangat.
Ada 2 tantangan dari runkeeper di Juni ini yaitu 51 weekly Minutes challenge dan World Uplifting Minds Run. Both Challenge are excepted and yes I will nail it, insya Alloh.
Lari pagi 2 atau 3 kali seminggu bukanlah untuk kurus bagi saya meski saat ini berat badan saya tidak ideal. Tampak pada celana panjang yang mulai sesak, tapi lebih pada mengurangi kebosanan karena seluruh kegiatan 90% dilakukan di dalam rumah dan bertemu dengan orang yang sama yaitu kakak sepupu saya. Menghindari pertengkaran karena terlalu sering bertemu juga menjadi alasan untuk berolahraga.
Semoga wabah segera berakhir sehingga aktifitas diluar rumah dapat dilakukan dengan aman dan nyaman. Semoga work from home bisa dijadikan pilihan karyawan di kantor saya. Saya sendiri sudah pasti memilih WFH karena tidak perlu keluar ongkos transportasi, makan, biaya baju dan sepatu. Rasanya sejauh target dan performa kerja tetap tinggi saya rasa WFH bisa dijadikan pilihan bagi karyawan. Semoga saja....


Komentar
Posting Komentar