TIDAK ADA JUDUL
Perasaan was was dan kesedihan adalah perasaan yang saya lalu diakhir akhir ini. Was was karena satu persatu orang orang yang saya kenal dan yang berada disekitar saya baik teman, kerabat dan tetangga bertumbangan tertular virus Covid 19. Beberapa bertahan dan sembuh, beberapa menemui ajalnya. Kesedihan mendalam yang turut mempengaruhi saya karena mereka kehilangan kedua orang tuanya, kehilangan anak, suami, anggota keluarganya dan salah satunya guru saya semalam.
Kehidupan yang terasa makin berat dengan ekonomi yang terus terpuruk karena wabah yang kunjung terkendali. Pembatasan yang saat ini dilakukan yang banyak kekurangan sana sini namun diikhtiari sekuat mungkin agar wabah tidak terus menggila.
Status di akun twitter saya beberapa minggu belakangan ini dipenuhi dengan berita duka. Rasanya ikut menanggung rasa duka dari orang orang yang terdampak wabah Covid-19.
Akhirnya tempat terakhir untuk mengadu dan meminta ampun atas segala kesombongan dan keterlaluan kami adalah kepada sang Khalik. Dengan segala kerendahan hati agar segera dihapuskan wabah dari negeri kami. Doa agar kami diberi perlindungan dari wabah penyakit dan diberi kekuatan untuk bertahan.
Pagi dini hari ada berita lain yang mengejutkan; guru saya wafat kemarin malam. Saya melihatnya status dari Pak Anies Baswedan yang akunnya kebetulan saya ikuti, saat Ia melakukan sholat jenasah untuk Uztad Lutfi. Uztad Lutfi adalah guru yang mengajarkan mengenai Hadist. Ulama yang ahli tentang hadist. Saya adalah orang yang beruntung pernah mengikuti taklim dan belajar dengan beliau. Satu per satu guru guru kami pulang.
Rasanya saya tidak punya target apapun saat ini selain melewati hari ke hari dengan baik setiap hari. Mempersiapkan diri sebaik mungkin. Jadi kelak jika tiba waktu Gusti Alloh memanggil pulang setidaknya sudah ada sedikit bekal pulang.
Ah... bulan Juli nyatanya masih akan dipenuhi banyak kesedihan...
Ya Rabb beri kekuatan dan kemampuan bagi hamba memaknai setiap kejadian.

Komentar
Posting Komentar