KENANGAN DI MEJA MAKAN


 

Minggu, 13 November 2022, sama halnya dengan tahun lalu, ada hal baru yang saya ubah di tahun ini. Perabotan meja makan dan meja tamu yang dibeli ibu saat beliau masih hidup, saya putuskan untuk saya ganti. Ada rasa bosan dan ingin mengganti perabot peninggalan ibu.

 

Setelah hampir 14 tahun menemani kami, akhirnya perabotan itu saya berikan kepada tetangga saya. Sebenarnya perabot tersebut masih layak untuk  dijual. Cuma Joknya saja yang tidak pernah dicuci atau divakum. tak terhitung berapa banyak kotoran, debu atau percikan kuah, bahkan banyak remahan makanan yang menempel di sana. Yang jelas masih kokoh dan jika divacum akan tampak seperti baru. Saat ada tetangga yang mau, ya sudah close the deal. Tidak dibuang tapi dimanfaatkan oleh yang membutuhkan.




Keinginan  mengganti bukan karena tidak ingin menyimpan kenangan  ibu di rumah ini, namun semata keinginan ganti suasana. Kenangan tentang ibu melekat kuat pada ingatan saya dan tidak pada benda benda milik ibu dulu. 

 

Hari ini, perabot itu sudah selesai dirakit oleh petugas  tempat saya membeli 1 set meja makan. Saat saya hunting, saya langsung menyukai design minimalisnya. 1 set meja makan yang terbuat dari kayu yang berwarna tanah, kesederhanaan yang bersahaja. Setelah menimbang nimbang design, fungsi dan harga tentunya, akhirnya saya putuskan membelinya. 


Saya membayangkan meja makan itu berada di ruang makan rumah. Tempat di mana saya dan keluarga menikmati makanan di meja makan sembari mengobrol. Suasana yang penuh kehangatan. Suasana yang kadang sekarang begitu saya rindukan. Rindu kehangatan ibu dan beberapa anggota keluarga yang duduk bersama  menikmati makanan di meja makan.  Ngobrol hal receh atu gibah artis ibukota meski di atas meja makan kami hanya sepanci indomie rebus yang selalu kami nikmati saat hujan turun. He.. he.. kadang panci indomie memang bertengger di atas meja makan kami 😀

 

Waktu  berlalu dengan cepat, banyak hal terjadi dan berubah. Anggota keluarga kami pun sudah tidak selengkap dahulu. Satu persatu berpulang dan sibuk dengan kehidupan masing masing. Yang tersisa adalah  kenangan  di meja makan.

 

Meski kami tidak selengkap dulu, keberadaan meja dan kusi makan adalah suatu keharusan. Buat saya pribadi kehangatan selalu datang saat kita bersama sama berada di meja makan dan menikmati hidangan bersama keluarga, teman atau kerabat. Syukur akan banyak hal karena masih bisa berkumpul  tercermin saat kita makan bersama di meja makan.

 

Sebagai penutup, surat Al Fatihah, Untuk perempuan kuat yang selalu hidup dalam hati, jiwa serta dalam ingatan. Beristirahat dengan tenang dalam kedamaian, I love you, ibu to the moon and back…

Komentar

Postingan Populer