X L V I I
Senin yang panas hari ini, panas yang sejak semalam. Seharusnya bulan November banyak hujan, tapi agaknya musim tak lagi dapat diprediksi. Hari ini tepat usia saya menjelang setengah abad dan tidak pernah membayangkan bahwa saya mencapai usia ini. Angka yang banyak dan mendekati bilangan akhir dari jatah usia. Namun sayangnya tidak tahu tingga tersisa berapa lama.
Menakutkan, entahlah mungkin karena menuju kepada angka penghabisan yang tepatnya tidak diketahui, indefinite number. Ada yang bilang tantangan justru di sana, karena bersiap tiap saat. Mempersiapkan akhir yang baik.
Buat saya peringatan tanggal lahir sebenar tidak pernah istimewa , hanya kenangan melewati bersama keluarga dan teman. Pandemi selama hampir 3 tahun, saya lalui bersama dengan keluarga di rumah atau paling banter sedikit berbagi dengan tetangga kiri kanan yang sudah menjadi keluarga terdekat saat pandemi. Hari ini saya mensyukuri nikmat berkurang usia dengan kawan. Circle yang mengecil, namun paling tidak saya ingin membagi bersama teman yang saya punya saat ini. Jika melihat kebelakang, agaknya di tiap fase, saya selalu berada di circle pertemanan yang berbeda. Tidak ada yang sama, datang dan pergi.
Mampir merupakan istilah yang tepat untuk circle pertemanan yang ada dalam hidup saya. Well... beruntung bagi yang selalu mempunyai teman yang sama di sepanjang hidupnya. Saya tidak sedang mengeluh karena tidak punya sahabat yang sama sekali di sepanjang hidup saya. Jauh lebih kaya menurut saya, ketika seseorang mempunyai circle pertemanan yang berbeda di tiap fase kehidupan. Teman masa kecil, remaja, dewasa, saat sekolah, kuliah, bahkan di kantor kantor yang pernah atau sedang menjadi tempat bekerja bahkan di lingkungan rumah dan keluarga.
Rasanya di tiap circle, saya selalu mempunyai teman atau tepatnya teman yang cocok. Sebagai penyendiri, menemukan teman yang cocok adalah sesuatu yang istimewa. Well saya termasuk spesies dengan edisi terbatas. Jadi saat melepas mereka tak lagi jadi bagian karena banyak alasan di belakangnya, ringan saja. Saya cuma berharap ditiap circle pertemanan, mereka mengenal saya sebagai teman yang baik.
IF YOU'RE BRAVE ENOUGH TO SAY GOODBYE, LIFE WILL REWARD YOU WITH A NEW HELLO (Paulo Coelho). Quote dari penulis yang tulisannya saya kagumi, membuat saya tidak terpengaruh dengan circle pertemanan berubah dari waktu ke waktu. Mereka mampir seperti layaknya keberadaan manusia di rentang waktu yang cuma sang Pecipta yang tahu. So bukan hal yang harus dikeluhkan ketika circle mengecil dan akhirnya cuma menyisakan kita dan Sang Maha, the Creator of every existence.
Hari ini akan berbeda dibandingkan hari lain yang saya telah lewati. Makan siang bersama teman dan merasakan gempa diujung makan siang kami. Gempa 5.6 skala Richter di Cianjur, info yang belakangan saya baca di Medsos dengan daya rusak yang luar biasa karena korban yang banyak dari anak anak, termasuk merusak bangunan di wilayah tersebut. Ah.. rasanya hari ini saya kembali diingatkan bahwa hidup ini fana. Saat sang Pecipta berkehendak maka terjadilah. Dari ada ke lambat laun menghilang dan berakhir menjadi tidak ada. Sungguh hidup hanya mampir di tiap fase perjalanan yang digariskan untuk sampai pada garis akhir kembali ke sang Pencipta.
Di akhir tulisan ini, ucap Alhamdulillah, terima kasih ya Rabb atas kehidupan ini. Janji hati untuk ikhtiar melalui tiap perjalanan sebagai musafir yang akan memberi hal baik dan indah saat mampir di sepanjang perjalanan yang telah Kau gariskan. ( Senin, 21 November 2022, 23.45 Wib )

Komentar
Posting Komentar